Tentang Roushon Fikr

Berilmu Amaliah, Beramal Ilmiah, Berakhlak Al Karimah

Tentang Yayasan Roushon Fikr

Sejarah Berdirinya yayasan Roushon Fikr Jombang

Tentang 5

Yayasan Roushon Fikr adalah sebuah Organisasi Masyarakat yang didirikan oleh keluarga besar H. Hasyim (Alm), berdomisili di Dusun Jagalan Desa Kepatihan Kec/Kab Jombang. Pendirian Yayasan Roushon Fikr sebagai bentuk niat dan ikhtiar untuk memberikan sumbangsih pada masyarakat di bidang pendidikan, sosial ekonomi, dakwah islamiyah, dan pemberdayaan masyarakat.

Yayasan Roushon  Fikr  merupakan  pengembangan dari Yayasan Darul Aitam NU Jombang yang  secara  konsisten  telah  berkiprah dalam penyantunan anak yatim dan pengembangan  pendidikan  sejak tahun 1956.

Yayasan Roushon fikr secara hukum telah dicatatkan dalam  Akta  Notaris  di Kantor Notaris Bazron Human SH, nomor 7 tertanggal 8 januari 2011 dan kemudian disempurnakan dalam Akta perubahan nomor 01 tertanggal 20 desember 2004 di Notaris Romlan, SH,Sp.N.

Perubahan itu sendiri adalah respon atas berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2001, tentang Yayasan dan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2004 tentang perubahan atas dasar Undang-Undang Nomor 16 tahun 2001.

Kata Roushon Fikr diambil dari idiom yang disuarakan dan dicita-citakan oleh salah seorang arsitek revolusi islam Iran (1979) yakni Dr. Ali Syariati,  sebagai  reaksi atas merosotnya moral yang  dialami  cendekiawan, ilmuwan  dan birokrat muslim akibat benturan paham hedonisme dan sekularisme. Paham tersebut membuat mereka tercerabut idealismenya dan terkoyak moralitas agamanya. Antara kata dan perbuatan tidaklah satu.

Roushon Fikr adalah reaksi terhadap sikap tersebut yang secara maknawi artinya pemikir (cendikiawan) yang tercerahkan.

Cendekiawan yang tidak hanya sekedar mampu berkata saja.  Tetapi cendekiawan yang berfikir secara jernih terhadap realitas empirik, merespon dan merumuskan cara untuk mengatasi situasi yang ada, dan secara terencana membuat program untuk menuntaskan suatu masalah. Cendekiawan yang tidak hanya mampu berkata tetapi juga cekatan dalam bertindak.

Roushon Fikr dalam perspektif lembaga adalah harapan akan lahirnya generasi muda muslim yang secara jujur berani menilai dan berkata  yang  benar adalah benar, yang bathil adalah bathil. Generasi yang berani dan mampu mengakomodasi berbagai ide, gagasan, pemikiran, maupun prinsip- prinsip dasar ilmu pengetahuan, teknologi, dan ideologi apapun  dengan tetap berpegang teguh pada ke Esa an Allah sebagai al-urwah al-wustqa: tali yang kokoh dan tidak mengkompromikan kekuasaan Allah dengan kekuatan apapun.

Yayasan Roushon Fikr tegas memformulasikan Islam Ahlushunnah Waljamaah (ASWAJA) sebagai dasar ajaran keagamaannya. Yang dikembangkannya pun  sesuai dengan ciri-ciri fikrah Nahdliyyah. Yakni Tawasuth (moderat), Tasamuh (toleran), Ishlahiyah (reformatif), Tathawwuriyah (dinamis), dan Manhajiyah (metodologis). Di bidang fikih dan ubudiyah mengikuti dan istinbat hukum Empat Imam Mazhab (Aimmah al –Madzahib al –Arba’ah); Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali.